Jumat, 07 November 2014

SEPULUH KUALITAS KARAKTER

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - SEPULUH KUALITAS KARAKTERKetulusan Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri. Kerendahan Hati Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder. Kesetiaan Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat. Positive Thinking Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bi....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 08 Oktober 2014

MENJUAL KEPERAWANAN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MENJUAL KEPERAWANANWanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok. Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya. Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa. Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya: "Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang? "Tidak! "Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain. "Lantas untuk apa anda duduk disini? "Apakah tidak boleh? "Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam. "Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.'' "Maksud, bapak? "Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini" "Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk disini untuk sesuatu yang akan saya jua....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 11 Agustus 2014

KEKUATAN SEBUAH PUJIAN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KEKUATAN SEBUAH PUJIANAda dua gadis bekerja pada sebuah perusahaan yang sama. Nona Wang dan Chang. Keduanya memiliki karakter yang berbeda dan karenanya tak dapat sharing atau bertukar pikiran bersama. Walaupun keduanya tidak saling membenci, namun mereka bukanlah sahabat karib dan tak saling mengagumi cara kerja serta sifat masing-masing. Suatu hari, nona Chang meminta teman kerja yang lain, Pak Chou, untuk menegur nona Wang agar ia memperbaiki serta mengontrol dorongan emosinya. Sebab kalau tidak demikian, tak akan ada orang yang mau berteman dengannya. Demikian alasan nona Chang. Pak Chou menyetujui permintaan nona Chang itu. Setelah beberapa hari, nona Chang berpapasan dengan nona Wang. Nona Wang dengan penuh ramah dan sopan menegur nona Chang. Sejak itu nona Chang melihat adanya perubahan besar dalam diri nona Wang, yang kelihatannya seakan-akan telah berubah menjadi seorang peribadi baru, seorang peribadi yang menyenangkan dan disukai banyak orang. Nona Chang lalu bertemu Pak Chou untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya, serta menanyakan resep yang dipakai Pak Chou menasihati nona Wang. Pak Chou menjawab: 'Saya hanya berkata kepada nona Wang: Saat ini ada banyak orang yang memuji dan mengagumimu. Terutama nona Chang secara istimewa mengatakan bahwa engkau sangat lemah lembut, tahu mengontrol emosi, serta disukai banyak orang'. Nona Chang tertegun akan kehebatan Pak Chou yang telah mengubah peribadi nona Wang itu. Pujian adalah bunyi yang paling indah dari segala jenis bunyi-bunyian. ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 24 Juli 2014

PETA HARTA KARUN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - PETA HARTA KARUNAda seorang pria dewasa sedang berjalan-jalan di pantai. Pantai itu sangatlah indah. Pria itu lalu melihat sebuah botol kaca. Pria itu memungutnya dan melihat ada secarik kertas di dalam botol. Dia kemudian menarik gabus penyumbat botol dan menjumpai bahwa kertas tersebut ternyata sebuah peta harta karun. Tetapi pria itu tidak percaya, sehingga ia memasukkan peta harta karun itu kembali dalam botol, menyumbat botol, dan melemparkan botol itu ke laut. Beberapa saat kemudian, pria dewasa lain sedang berjalan di pantai dan melihat botol itu. Dia juga mengambil botol, membukanya, dan menemukan peta harta karun. Orang ini cukup penasaran dengan harta karun tersebut. Ia mencoba berjalan menuju tempat yang ditunjukkan peta tersebut, yaitu sekitar 30 meter ke tengah laut. Tetapi ketika tinggi air laut mencapai paha, ia memutuskan untuk berhenti. “Ini cuma jebakan!” katanya. Jadi, ia bergegas kembali ke tepi pantai dan membuang botol itu kembali ke laut Beberapa saat kemudian pria dewasa ketiga berjalan di tepi pantai dan melihat botol kaca itu terapung di air. Ia mengambil, membukanya, dan menemukan peta. Ia pun bertanya-tanya sebanyak apakah harta karun yang disebutkan di peta itu. “Hmm, peta ini cukup menjanjikan.” katanya, “Aku akan berusaha mencari harta karun ini!” Ia lalu menyewa perahu dan menuju ke tempat yang ditunjukkan peta tersebut. Setelah sampai di tempat yang ditunjukkan peta, dia melihat bahwa tampak ada sesuatu di bawah air yang menyerupai peti harta k....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 23 Juli 2014

SOPAN SANTUN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - SOPAN SANTUNSeorang pensiunan guru berjalan menuju kasir di K-Mart, supermarket yang lumayan terkenal di kota itu. Kaki kirinya terasa sakit, ia berharap tidak lupa untuk meminum semua pilnya tadi pagi. Satu pil untuk tekanan darah tinggi, satu pil untuk pusing-pusing, dan satu pil lagi untuk penyakit rematiknya yang kadang kambuh. “Syukurlah aku telah pensiun beberapa tahun lalu” katanya kepada diri sendiri. “Masihkah aku kuat mengajar anak-anak sekarang ?” Begitu tiba di depan antrian kasir yang penuh, ia melihat seorang lelaki dengan empat orang anak beserta istrinya yang hamil. Mantan guru itu tidak dapat melepaskan pandangannya dari tato di leher orang itu. “Pasti ia pernah dipenjara”, pikirnya. Ia terus memperhatikan penampilan pria itu. Dari cara pria itu berpakaian, mantan guru itu berkesimpulan bahwa ia adalah seorang anggota geng. Mata pensiunan tua itu tambah terperanjat ketika melihat kalung yang dikenakannya, bertuliskan “Parlson” – pasti ini adalah nama orang itu. Parlson dikenal sebagai kepala geng di daerah itu, tidak ada satupun orang yang berani padanya. Ia dikenal sebagai orang yang tidak ramah. Sewaktu Parlson datang ke rombongan antrian, spontan orang-orang menyediakan tempat kepada dia untuk antri terlebih dulu. Setelah Parlson hampir tiba di antrian terdepan, matanya tertuju pada mantan guru itu. “Silahkan Anda lebih dulu” mantan guru itu berkata. “Tidak, Anda yang harus lebih dulu..” balas lelaki itu. “Tidak, anda membawa istri ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 28 Maret 2013

Pengertian Penggembalaan


 
Salah satu ontologi adalah penggembalaan. Penggembalaan memang merupakan sebuah kegiatan dari manusia. Manusia yang melakukan kegiatan penggembalaan itulah yang menjadi objek pembahasan penggembalaan.  Maka realitas penggembalaan dalam pembahasan ini bergantung pada realitas para penulis Alkitab, mulai dari penulis Kejadian sampai Wahyu. Karena realitas yang mereka sampaikan adalah realitas dalam dunia mereka. Artinya mereka yang menyaksikannya orang-orang tertentu melakukan tugas gembala. Misalnya Penulis I Samuel menyatakan bahwa Daud adalah gembala (I Samuel, 16:11), Penulis kitab Mazmur menyaksikan dalam bahasa kiasan bahwa TUHAN adalah gembala (Maz. 23), dalam Perjanjian Baru: Yesus menyebut diri-Nya gembala yang baik (Yoh. 10:11), Yesus meminta Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya (Yoh. 21:15,16 dan 18).  
Epistemologi Penggembalaan Lintas Budaya
Pengertian Penggembalaan
Berdasarkan ontologi tentang gembala sebagaimana yang disinggung dalam ontologi penggembalaan atau realitas penggembalaan, maka perlu kita membangun sebuah epistemologi tentang penggembalaan. Salah satu langkah epistemologi itu adalah pengertian tentang penggembalaan.  Untuk membangun epistemologi khususnya pengertian tentang penggembalaan maka kita perlu memperhatikan definisi para ahli teologi  tentang penggembalaan.  Dari  sekian banyak definisi itu kita pilih dua definisi. Dua definisi ini menolong kita untuk mempercakapkan secara akademis mata kuliah Penggembalaan Lintas Budaya.
Dua definisi yang dimaksud:
1.    Definisi Thurneysen, penggembalaan adalah suatu penerapan khusus Injil (berita sukacita Yesus Kristus) kepada anggota jemaat [anggota jemaat lokal/universal=perjumpaan dengan orang Kristen di berbagai tempat baik yang seasas, misalnya Calvinisme, Luheranisme, Arminianisme, pentakostalisme, kharismatik] secara pribadi,  yaitu berita Injil yang dalam khotbah gereja disampaikan kepada semua orang (Strom, 2004 : 1).
Yang ditandai merupakan tambahan saya untuk memudahkan pemahaman akan anggota jemaat dalam konteks penggembalaan yang tidak hanya merupakan tugas gembala tetapi semua orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
2.    J.W.Herfst, penggembalaan adalah upaya terstruktur menolong setiap orang untuk menyadari hubungannya dengan Allah, dan mengajar  orang untuk mengakui ketaatannya kepada Allah dan sesamanya, dalam situasinya sendiri (Strom, 2004 : 1)


Penggembalaan dalam Jemaat

Yesus mengibaratkan atau menyamakan pelayanan kepada saudara-saudara kita dalam diri-Nya itu, dengan penggebalaan. Jadi, saudara-saudara itu hendaknya dijaga,dipelihara, dibimbing, dan diselamatkan dari bahaya.
Kata gembala dalam bahasa Latin Pastor, bahasa Yunani “Poimen”. Oleh sebab itu penggembalaan dapat juga disebut “poimenika” atau “pastoralia”. Dengan demikian, pelayanan pastoral adalah sebutan untuk penggembalaan.

Kesimpulan

Penggembalaan adalah:
(1)  Mencari dan mengunjungi anggota jemaat satu persatu
(2)  Mengabarkan firman Allah kepada jemaat di tengah situasi hidup mereka pribadi
(3)  Melayani jemaat, sama seperti Yesus melayani mereka
(4)  Supaya mereka lebih menyadari iman mereka, dan dapat mewujudkan iman itu dalam hidupnya sehari-hari.   

Pengertian Penggembalaan


 
Salah satu ontologi adalah penggembalaan. Penggembalaan memang merupakan sebuah kegiatan dari manusia. Manusia yang melakukan kegiatan penggembalaan itulah yang menjadi objek pembahasan penggembalaan.  Maka realitas penggembalaan dalam pembahasan ini bergantung pada realitas para penulis Alkitab, mulai dari penulis Kejadian sampai Wahyu. Karena realitas yang mereka sampaikan adalah realitas dalam dunia mereka. Artinya mereka yang menyaksikannya orang-orang tertentu melakukan tugas gembala. Misalnya Penulis I Samuel menyatakan bahwa Daud adalah gembala (I Samuel, 16:11), Penulis kitab Mazmur menyaksikan dalam bahasa kiasan bahwa TUHAN adalah gembala (Maz. 23), dalam Perjanjian Baru: Yesus menyebut diri-Nya gembala yang baik (Yoh. 10:11), Yesus meminta Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya (Yoh. 21:15,16 dan 18).  
Epistemologi Penggembalaan Lintas Budaya
Pengertian Penggembalaan
Berdasarkan ontologi tentang gembala sebagaimana yang disinggung dalam ontologi penggembalaan atau realitas penggembalaan, maka perlu kita membangun sebuah epistemologi tentang penggembalaan. Salah satu langkah epistemologi itu adalah pengertian tentang penggembalaan.  Untuk membangun epistemologi khususnya pengertian tentang penggembalaan maka kita perlu memperhatikan definisi para ahli teologi  tentang penggembalaan.  Dari  sekian banyak definisi itu kita pilih dua definisi. Dua definisi ini menolong kita untuk mempercakapkan secara akademis mata kuliah Penggembalaan Lintas Budaya.
Dua definisi yang dimaksud:
1.    Definisi Thurneysen, penggembalaan adalah suatu penerapan khusus Injil (berita sukacita Yesus Kristus) kepada anggota jemaat [anggota jemaat lokal/universal=perjumpaan dengan orang Kristen di berbagai tempat baik yang seasas, misalnya Calvinisme, Luheranisme, Arminianisme, pentakostalisme, kharismatik] secara pribadi,  yaitu berita Injil yang dalam khotbah gereja disampaikan kepada semua orang (Strom, 2004 : 1).
Yang ditandai merupakan tambahan saya untuk memudahkan pemahaman akan anggota jemaat dalam konteks penggembalaan yang tidak hanya merupakan tugas gembala tetapi semua orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
2.    J.W.Herfst, penggembalaan adalah upaya terstruktur menolong setiap orang untuk menyadari hubungannya dengan Allah, dan mengajar  orang untuk mengakui ketaatannya kepada Allah dan sesamanya, dalam situasinya sendiri (Strom, 2004 : 1)